KonsumenListrik, WAHANANEWS.CO - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PLN Electricity Services (PLN ES) melalui peran aktif Srikandi PLN menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Bertempat di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia selaku Wakil Ketua Umum Srikandi PLN secara simbolis menyerahkan bantuan program kesehatan yang disaksikan langsung Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (21/4).
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Group dengan total nilai Rp 230.000.000, yang difokuskan pada penguatan layanan kesehatan ibu hamil, khususnya dalam deteksi dini risiko kehamilan seperti preeklamsia.
Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan, dari 140 per 100.000 kelahiran hidup saat ini.
Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang berkontribusi sekitar 25% dari total kasus.
Untuk menekan angka tersebut, pemerintah mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan.
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar menyambut baik dukungan yang diberikan oleh PLN untuk fasilitas kesehatan di wilayahnya yaitu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cikelet.
"Jadi sekali lagi terima kasih sudah men-support-kan alat kepada kami. Tentunya alat ini akan kami gunakan baik itu di puskesmas itu sendiri, juga kami akan gunakan untuk mobile kunjungan dari rumah ke rumah. Mudah-mudahan alat ini tentunya akan menjadi support peningkatan optimisasi pelayanan screening preeklamsia di Kabupaten Garut," kata Agus.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
“Sebagai bagian dari PLN Group dan melalui Srikandi PLN, kami berkomitmen untuk menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil melalui deteksi dini berbasis teknologi,” ujar Susiana.
Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesehatan ibu hamil menjadi salah satu prioritas dalam program TJSL PLN Electricity Services.
Program bantuan ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, kegiatan Event Hari Kartini Nasional dengan nilai Rp 75 juta yang diselenggarakan di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini melibatkan 100 ibu hamil dan tenaga kesehatan, serta menghadirkan layanan pemeriksaan bagi 25 ibu hamil.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi dan deteksi dini risiko preeklampsia, sekaligus memperkuat eksposur nasional PLN sebagai mitra strategis dalam sektor kesehatan.
Komponen kedua adalah Program Berkelanjutan senilai Rp 155 juta yang diwujudkan melalui hibah alat kesehatan kepada Puskesmas Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Bantuan tersebut meliputi perangkat USG portable dan Doppler, patient monitor untuk pemantauan tanda vital, serta aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mendukung layanan telemedicine dan monitoring kehamilan jarak jauh.
Melalui program ini, diharapkan dapat dilakukan deteksi dini terhadap sedikitnya 100 ibu hamil, meningkatkan efektivitas pemantauan kehamilan secara berkelanjutan, serta memberikan pendampingan nutrisi guna mencegah stunting sejak dini.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]