Konsumenlistrik.WahanaNews.co | Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan bahwa, saat ini pembentukan BLU Iuran Batu Bara itu sedang berproses. "Konon kabarnya targetnya Juli ini (2022)," ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi pembentukan Entitas Khusus Batu Bara atau Badan Layanan Umum (BLU) pungutan iuran batu bara bisa terbentuk pada Juli 2022 ini. Saat ini pembahasan pembentukan BLU tersebut masih dalam proses.
Baca Juga:
Kasus Tambang Kukar Makin Terkuak, KPK Sebut Ada Uang Bulanan dari Pengamanan
Irwandy bilang, jika BLU batu bara sudah terbentuk, maka semua harga batu bara akan berlaku sesuai dengan ketentuan bisnis yang mengacu pada indeks tertentu.
"Dan kemudian kepada PLN yang US$ 70 per ton, selisishnya seusai dengan harga indeks akan dikembalikan kepada perusahaan. Jadi perusahaan mendapatkan nilai batu bara pasar," ungkap Irwandy.
Menurut Irwandy, terbentuknya BLU Batu Bara dan dilepasnya harga batu bara ke mekanisme pasar akan lebih menjamin kebutuhan batu bara untuk dalam negeri khususnya pembangkit milik PLN.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
Di mana memang sebelumnya, pada awal Januari 2022, Indonesia sempat mengalami krisis suplai batu bara. Hal itu lantaran, para produsen batu bara lebih memilih mengekspor batu baranya ketimbang dalam negeri yang harganya lebih murah atau dipatok US$ 70 per ton.
"Mudah-mudahan dengan sistem baru bisa mengatasi hal ini," tandas Irwandy. [tum]