KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Electricity Services (PLN ES) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bersama Laznas Syarikat Islam (Laznas SI), PLN ES menghadirkan program Electrifying Aquaculture Budidaya Udang di Desa Samudra Jaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Program ini menjadi bagian dari upaya elektrifikasi sektor produktif yang tidak hanya menghadirkan akses listrik, tetapi juga mendorong transformasi budidaya tambak udang menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Sebelum program ini dilaksanakan, produktivitas tambak udang di wilayah tersebut masih tergolong rendah akibat keterbatasan sarana produksi dan minimnya sistem pendukung, termasuk fasilitas penyimpanan hasil panen.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
Kondisi ini berdampak pada rendahnya nilai jual hasil budidaya serta terbatasnya pendapatan petambak.
Melalui program ini, PLN ES menghadirkan intervensi komprehensif berupa penyediaan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan jaringan tegangan rendah sepanjang 0,370 kms dan 12 tiang listrik berkolaborasi dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Marunda, dukungan peralatan berbasis listrik seperti pompa air, mesin kincir, serta cold storage, renovasi gudang, hingga bantuan bibit dan pakan udang.
Selain itu, dilakukan pula pendampingan intensif selama 7 bulan dengan 2 kali siklus panen guna memastikan optimalisasi pemanfaatan teknologi.
Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas tambak dari rata-rata 400 kg/ha menjadi hingga 1 ton/ha.
Ketersediaan fasilitas penyimpanan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sehingga berdampak pada kenaikan harga jual udang hingga Rp65.000/kg.
Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan petambak diproyeksikan meningkat dari kisaran Rp 16-24 juta menjadi Rp 32–40 juta per bulan dalam satu kelompok tani
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dilakukan dalam program ini.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara PLN ES dan Laznas SI ini dalam memajukan potensi perikanan di Kabupaten Bekasi. Program elektrifikasi tambak ini sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan pembudidaya melalui modernisasi teknologi yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
“DPRD Kabupaten Bekasi terus mendukung inisiatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sinergi seperti yang dilakukan PLN ES dan Laznas SI ini adalah model pembangunan yang kita butuhkan, di mana inovasi energi hadir untuk memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi lokal di wilayah pesisir kita,” ungkap Ani.
Mewakili Direktur Utama PLN ES, Sekretaris Perusahaan PLN ES, Aep Saepudin, menekankan bahwa pemanfaatan listrik dalam program ini menjadi kunci peningkatan produktivitas sektor perikanan.
“Hadirnya listrik di kawasan tambak melalui program TJSL ini adalah langkah nyata PLN Group dalam membawa ‘terang’ yang produktif. Kami berharap optimalisasi energi listrik untuk kincir air dan pompa dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen secara signifikan,” kata Aep.
Direktur Pengembangan dan Kerjasama Laznas Syarikat Islam, Eko Kurnia Saputra, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Program Electrifying Aquaculture ini bukan sekadar bantuan infrastruktur, melainkan ikhtiar kami dalam pilar pengembangan ekonomi umat. Dengan dukungan teknologi listrik PLN ES, kami berharap para petambak udang di Desa Samudra jaya dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan menjadi inspirasi bagi kemandirian ekonomi masyarakat desa lainnya,” jelas Eko.
Dari sisi kesiapan infrastruktur, Manager PT PLN (Persero) UP3 Marunda, Suzana Zein, memastikan dukungan penuh dari PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
“PLN UP3 Marunda berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masyarakat melalui keandalan pasokan listrik. Melalui penyambungan daya baru dan perluasan jaringan di lokasi tambak ini, kami ingin memastikan roda ekonomi petambak di wilayah kerja kami dapat berjalan lebih optimal, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Suzana.
Ke depan, PLN ES akan terus memperluas inisiatif elektrifikasi sektor produktif sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi listrik dan pembangunan berkelanjutan.
[Redaktur: Mega Puspita]