Wiluyo menjelaskan, untuk memastikan keandalan pasokan listrik sesuai kebutuhan negara, PLN senantiasa menyediakan dan membangun infrastruktur dengan mengikuti perkembangan zaman.
Misalnya, di tengah pemanasan global seperti saat ini, PLN mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam setiap proyek infrastruktur kelistrikannya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Tujuannya adalah untuk menciptakan energi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission pada 2060.
Beberapa contoh inisiatif yang dilakukan seperti membangun pembangkit berbasis EBT hingga mendorong ekosistem kendaraan listrik lewat penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah.
Upaya transformasi yang dilakukan PLN sebagai sebuah langkah dalam menjawab tantangan global saat ini. Sebagai BUMN yang melayani masyarakat, PLN harus tampil adaptif dan lincah sehingga bisa memitigasi persoalan global.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Transformasi PLN juga dilakukan secara menyeluruh , PLN melakukan digitalisasi pembangkit, digitalisasi transmisi dan distribusi, digitalisasi sistem keuangan, sistem pengadaan, sistem pembayaran, sampai digitalisasi sistem pelayanan pelanggan,
Melalui transformasi tersebut, membuat sistem pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih cepat. Kemudian, sistem keuangan dan pengadaan menjadi lebih efisien dan operasional kelistrikan menjadi lebih andal. [tum]