KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS), KRT Tohom Purba, mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) yang meresmikan Gedung Kantor Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ancol di Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Rawabadak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Tohom menilai kehadiran gedung kantor yang lebih representatif merupakan bagian penting dari penguatan ekosistem operasional PLN dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Menurut dia, kualitas layanan kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh pembangkit, transmisi, dan gardu induk, tetapi juga oleh kesiapan sarana kerja, kualitas koordinasi, serta kecepatan personel dalam merespons kebutuhan operasional di lapangan.
“Peresmian Gedung Kantor ULTG Ancol adalah langkah positif yang patut diapresiasi karena infrastruktur pendukung seperti ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan keandalan layanan listrik,” ujar Tohom, Jumat (12/06/2026).
Ia mengatakan Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, industri, transportasi, layanan publik, dan aktivitas masyarakat membutuhkan sistem kelistrikan yang tidak boleh lemah dalam aspek koordinasi teknis.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Tohom berpandangan keberadaan kantor ULTG yang lebih memadai dapat memperkuat pola kerja personel PLN, mulai dari pengawasan aset transmisi, pemeliharaan gardu induk, penanganan gangguan, hingga pengambilan keputusan operasional secara lebih cepat.
“Gedung baru ini harus dilihat sebagai instrumen produktivitas, karena dari fasilitas kerja yang baik akan lahir koordinasi yang lebih cepat, respons teknis yang lebih presisi, dan pelayanan pelanggan yang semakin andal,” katanya.
Menurut Tohom, PLN UIT JBB berada pada posisi strategis karena menopang sistem kelistrikan di kawasan dengan beban layanan yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi nasional.
Ia menilai setiap penguatan fasilitas operasional di wilayah transmisi harus dipahami sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki kebutuhan energi tinggi dan terus bertumbuh.
“Keandalan listrik Jakarta tidak boleh hanya dipahami sebagai urusan teknis internal PLN, tetapi sebagai bagian dari ketahanan layanan publik dan daya saing ekonomi,” ucapnya.
Tohom mengatakan peresmian Gedung Kantor ULTG Ancol juga sejalan dengan kebutuhan transformasi PLN yang menuntut organisasi semakin adaptif, modern, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pelanggan.
Menurut dia, transformasi PLN akan semakin kuat apabila didukung oleh infrastruktur kerja yang mampu meningkatkan disiplin operasional, budaya keselamatan, serta profesionalisme insan PLN di setiap lini.
“PLN sedang bergerak dalam ekosistem energi yang makin kompleks, sehingga fasilitas kerja harus mampu mendukung SDM yang cepat membaca risiko, cepat mengambil tindakan, dan kuat menjaga standar layanan,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa penguatan kantor layanan transmisi dan gardu induk merupakan langkah nyata PLN dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat dari sisi yang paling fundamental.
Ia menilai masyarakat sering kali hanya melihat listrik dari sisi nyala di rumah atau tempat usaha, padahal di balik itu terdapat rantai kerja teknis yang membutuhkan kesiapan fasilitas, personel, standar keselamatan, dan sistem koordinasi yang kuat.
“Kalau kantor operasionalnya semakin baik, sistem kerjanya semakin tertata, dan personelnya semakin produktif, maka pelanggan akan merasakan dampaknya melalui layanan listrik yang lebih andal,” ujarnya.
Tohom juga mengapresiasi kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah kerja PLN UIT JBB.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“PLN perlu terus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat karena keberhasilan pembangunan infrastruktur kelistrikan selalu membutuhkan dukungan sosial dan kepercayaan publik,” katanya.
Ia berharap Gedung Kantor ULTG Ancol dapat menjadi pusat kerja yang melahirkan budaya pelayanan lebih kuat, efisiensi koordinasi, dan peningkatan kualitas pemeliharaan aset transmisi serta gardu induk.
Tohom juga mendorong agar modernisasi fasilitas seperti ini terus diikuti dengan penguatan kompetensi SDM, digitalisasi pengawasan aset, serta penerapan standar keselamatan kerja yang semakin ketat.
“Ke depan, tantangan kelistrikan akan semakin besar karena kebutuhan energi tumbuh bersama aktivitas ekonomi, digitalisasi, transportasi listrik, dan industri berbasis teknologi,” ucapnya.
Menurut Tohom, PLN perlu terus menjaga ritme peningkatan infrastruktur pendukung agar setiap unit kerja memiliki kemampuan operasional yang sejalan dengan tuntutan zaman.
Ia mengatakan peresmian Gedung Kantor ULTG Ancol menjadi sinyal positif bahwa PLN UIT JBB tidak hanya berorientasi pada pelayanan hari ini, tetapi juga menyiapkan fondasi operasional untuk kebutuhan masa depan.
“PLN yang kuat adalah PLN yang mampu menjaga keandalan hari ini sekaligus menyiapkan sistem kerja untuk tantangan masa depan,” ujar Tohom.
Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) UIT JBB, Himmel Sihombing, meresmikan Gedung Kantor ULTG Ancol yang ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, serta peninjauan fasilitas kantor bersama jajaran manajemen.
Himmel mengatakan peresmian Gedung Kantor ULTG Ancol bukan hanya tentang hadirnya fasilitas kerja yang lebih baik, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen seluruh insan PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Dengan sarana yang lebih representatif dan mendukung operasional, saya berharap seluruh personel dapat semakin responsif, profesional, serta terus menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan,” ujar Himmel.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]