“Malaysia itu carbon tax (Pajak Karbon) sudah jalan. Kita mau April tapi nggak jadi lagi,” kata Djoko saat diskusi bersama awak media, Rabu (12/4).
Djoko mengaku telah melakukan studi banding pelaksanaan subsidi energi di Malaysia. Menurut dia salah satau faktor yang sebabkan subsidi berjalan dengan baik di Malaysia adalah sumber pendanaan subsidi bisa dipisahkan tidak dicampur dengan pendanaan lainnya.
Baca Juga:
628 Pelaku UMKM di Purwakarta Dapat Bansos Rp 1,5 Juta dari Pemkab
“Dia pos keuangannya nggak dicampur. Kalau dikita masuk ke pajak lain-lain. Malaysia itu bisa pisahin kantongnya,” ungkap Djoko.
Pelaksanaan mekanisme pemberian subsidinyapun lebih efektif dengan adanya digitalisasi yang bisa secara optimal pemberian subsidi jadi tepat sasaran.
“Di Malaysia itu jalan ada sekitar 9 konsumen yang disubsidi tapi caranya dikasih kartu dan kuota sebulan 100 liter, belinya pakai kartu langsung dapat diskon, harga BBM nya normal ya harga di SPBU,” ungkap Djoko. [jat]