Ia berharap ke depannya cangkang sawit dapat digunakan 100 persen, dan saat ini pihaknya masih menggunakan sawit dari Konawe dan Konawe Selatan.
"Semoga dengan penggunaan cangkang sawit untuk pembangkit listrik di PLTU Nii Tanasa bisa berjalan lancar dan juga andal," tandasnya.
Baca Juga:
Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri Bersama Kapolda Jambi Tinjau Tol Bayung Lencir–Tempino
Agar PT PLN UPDK Kendari bisa mengimplementasikan pemanfaatan energi atau cangkang sawit tersebut dengan baik serta dapat tercapai target yang telah ditetapkan.
"Bisa dilihat dari sisi lain juga penggunaan biomassa ini atau cangkang sawit dapat memberikan kontribusi bagi sektor perkebunan di Sultra," katanya.
"Dengan pemakaian tahap awal yang akan digunakan saat ini sebesar 6.640 ton," tuturnya.
Baca Juga:
Bripda Masias Siahaya Oknum Brimob yang Aniaya Siswa Pakai Helm Hingga Tewas Terancam Pasal Berlapis
Manager PT PLN UPDK Kendari tersebut menuturkan nantinya akan terus dikembangkan energi terbaru dan terbarukan.
Seperti cangkang sawit yang dapat dibudidayakan di Bumi Anoa, dan juga seperti pohon kaliandra, gamal, dan lamtoro.
Untuk diketahui, dukungan PT PLN UPDK Kendari untuk biomassa alternatif di PLTU Nii Tanasa dalam rangka pelaksanaan Go Live Komersil Co-Firing PLTU Nii Tanasa Unit 1 dan 2. [jat]