Mundhakir mengatakan kedatangan 11 tower emergency tersebut juga mendapat dukungan dari TNI Angkatan Udara.
Dukungan itu diberikan untuk mempercepat mobilisasi peralatan strategis yang dibutuhkan PLN dalam memulihkan sistem kelistrikan.
Baca Juga:
Abdul Muhyi Akan Audiensi ke Kejaksaan Agung RI, Minta Penjelasan Terbuka Soal Temuan Map Bertuliskan "Bupati Karawang"
Pesawat angkut berat C-130 Hercules dan A400M digunakan untuk mengangkut tujuh set tower emergency ke Lanud Soewondo, Medan.
Mobilisasi melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak cuaca ekstrem.
“Tujuh tower emergency tersebut terdiri atas dua set yang diberangkatkan dari Jakarta, tiga set dari Balikpapan, dan dua set dari Banjarbaru,” ucap Mundhakir.
Baca Juga:
GIBAS Jaya Karawang Desak DLH Jabar Publikasikan Hasil Uji Limbah Sungai Kutanegara Ciampel
Selain tujuh set tower emergency yang telah dimobilisasi ke Medan, terdapat empat set tower emergency lainnya yang berasal dari Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Selatan.
Empat set tower emergency tersebut masih dalam tahap pengerjaan untuk mendukung proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih terdampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.