KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO, Jakarta – Upaya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gunung Putri. Melalui kegiatan bertajuk “Peduli Bahaya Listrik”, PLN mengakselerasi edukasi keselamatan kelistrikan secara masif hingga ke tingkat desa.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja UP3 Gunung Putri, yakni ULP Cileungsi, ULP Citeureup, dan ULP Jonggol. Edukasi menyasar langsung para pemangku kepentingan di wilayah pemerintahan dan keamanan, mulai dari jajaran Polsek, Kodim, Koramil, kantor kecamatan hingga aparatur desa.
Baca Juga:
PLN Gencarkan Edukasi Keselamatan Listrik di Purwakarta
Langkah ini menjadi penting di tengah tingginya aktivitas masyarakat di sekitar jaringan listrik yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak disertai pemahaman yang memadai. Melalui pendekatan kolaboratif, PLN ingin memastikan informasi keselamatan tidak hanya berhenti di level institusi, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan rumah tangga.
Manager PLN UP3 Gunung Putri, Darwin Simanjuntak, menegaskan bahwa sinergi dengan aparat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan edukasi ini.
“Kami ingin memastikan setiap informasi mengenai jarak aman dan potensi risiko listrik tersampaikan dengan masif ke akar rumput. Dengan dukungan rekan-rekan di Koramil, Polsek, hingga aparatur desa, kami optimis budaya peduli bahaya listrik dapat terbentuk di tengah masyarakat,” jelas Darwin.
Baca Juga:
Sosialisasi Keselamatan Listrik PLN UP3 Cimahi, Pastikan Keandalan Pasokan di PT Suritex
Dalam kegiatan tersebut, PLN menekankan sejumlah poin penting keselamatan, di antaranya menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik, menghindari aktivitas berisiko seperti bermain layang-layang di dekat kabel, hingga memastikan instalasi listrik di rumah aman dan sesuai standar. Edukasi ini juga menyoroti pentingnya penataan bangunan agar tidak berdekatan dengan jaringan listrik serta kewaspadaan saat melakukan aktivitas penggalian atau penggunaan alat berat.
Upaya ini mendapat respons positif dari pemerintah wilayah. Para camat dan kepala desa menyatakan komitmennya untuk meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat melalui berbagai forum, sehingga kesadaran kolektif terhadap bahaya
[Sutrisno Simorangkir]