“Dengan adanya diskon, PLN membuka ruang yang lebih adil bagi konsumen untuk naik kelas layanan, sehingga penggunaan listrik di rumah maupun tempat usaha menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak mudah terganggu akibat kapasitas daya yang tidak mencukupi,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa keberhasilan program MeiLAJU perlu dilihat sebagai bagian dari agenda besar transformasi layanan PLN yang semakin berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Baca Juga:
Di Era Standardisasi Kelistrikan, ALPERKLINAS Nilai Program Ganti MCB ke GPAS Sangat Tepat
Menurutnya, PLN Mobile tidak hanya menjadi aplikasi transaksi, tetapi dapat berkembang menjadi kanal pelayanan publik kelistrikan yang makin responsif, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.
“Digitalisasi layanan PLN harus terus diperkuat, karena konsumen hari ini membutuhkan akses yang cepat, sederhana, dan bisa dipantau langsung melalui genggaman,” ujarnya.
Ia berpandangan, semakin luas masyarakat menggunakan PLN Mobile, semakin besar pula peluang PLN membangun budaya pelayanan yang efisien dan berbasis data.
Baca Juga:
PLN Indonesia Power Bidik Amerika Latin dan Karibia, ALPERKLINAS: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Global Sektor Energi
Dengan data kebutuhan pelanggan yang semakin akurat, PLN dapat menyusun kebijakan layanan, penguatan jaringan, dan edukasi konsumen secara lebih terarah.
“Ke depan, promo seperti ini sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai program pemasaran, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memetakan pertumbuhan kebutuhan energi masyarakat di setiap wilayah,” kata Tohom.
Ia juga mendorong PLN untuk terus memastikan bahwa peningkatan daya pelanggan diikuti dengan kesiapan jaringan, kualitas pasokan, dan edukasi penggunaan listrik yang aman.