KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif beroperasinya PLTS Atap terbesar di Indonesia di kawasan industri Cikarang sebagai langkah konkret mempercepat transisi energi nasional.
Langkah ini juga dinilai memperkuat peran PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan berbasis energi bersih di tengah meningkatnya kebutuhan listrik sektor industri.
Baca Juga:
Dukung Ekosistem Baru EBT, ALPERKLINAS Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Biomasa Pembangkit Listrik
“Ini menunjukkan bahwa transformasi energi tidak lagi berhenti di level wacana, tetapi sudah masuk ke tahap implementasi masif yang melibatkan sektor industri besar,” kata Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, Kamis (30/4/2026).
Ia melihat proyek PLTS Atap berkapasitas 22,5 MWp tersebut sebagai bukti bahwa industri nasional mampu bergerak seiring dengan agenda dekarbonisasi tanpa mengorbankan stabilitas produksi.
“Ketika industri berat yang beroperasi 24 jam bisa mengadopsi energi surya tanpa gangguan operasional, maka ini menjadi referensi kuat bahwa transisi energi membuka ruang efisiensi dan daya saing,” ujarnya.
Baca Juga:
Target 100 GW PLTS Dikejar, ALPERKLINAS: PLN Punya Posisi Strategis Integrasikan Sistem Energi
Menurut Tohom, peran PLN tetap krusial sebagai penjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional, terutama dalam memastikan integrasi energi terbarukan dengan jaringan utama berjalan optimal.
Ia menilai keberhasilan proyek ini mencerminkan model kolaborasi ideal antara pelaku industri, pengembang energi, dan PLN sebagai operator sistem yang perlu diperluas.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa pengembangan PLTS Atap di sektor industri akan mempercepat pencapaian target net zero emission 2060 sekaligus mengurangi ketergantungan energi fosil.
“Kalau industri sudah bergerak, maka efeknya akan berantai ke sektor lain dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau global,” ujarnya.
ALPERKLINAS juga memandang dukungan kebijakan perlu terus diperkuat agar integrasi energi terbarukan ke sistem PLN semakin luas dan efisien.
Sebelumnya, PLTS Atap terbesar di Indonesia resmi beroperasi di Komplek Mulia Industri, Cikarang, Bekasi, Rabu (29/4/2026), dengan kapasitas 22,5 MWp dan produksi listrik sekitar 68.500 kWh per hari serta mampu menekan emisi hingga 26,8 juta kilogram CO2 per tahun.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]