KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif keberhasilan PT PLN (Persero) menghadirkan layanan listrik selama 24 jam penuh bagi masyarakat Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang kini telah memberikan manfaat kepada 149 kepala keluarga.
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat PLN dan pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang kondisi geografis maupun tingkat keterjangkauan wilayah.
Baca Juga:
Viral Ibu Hamil Ditendang Preman Bersenjata di Medan, Pengakuan Korban Bikin Merinding
“Listrik bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi berkaitan dengan terbukanya akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Apa yang dilakukan PLN di Noemuke merupakan investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Tohom, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, hadirnya listrik di daerah terpencil akan mempercepat transformasi ekonomi desa karena masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha produktif, memperluas akses informasi, hingga meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan usaha mikro.
Tohom menilai Program Lisdes menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan nasional karena energi listrik merupakan infrastruktur dasar yang menentukan kecepatan pertumbuhan suatu wilayah.
Baca Juga:
Heboh Isu Menkeu Purbaya Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
“Ketika listrik masuk ke desa-desa terpencil, maka peluang investasi, aktivitas ekonomi masyarakat, dan kualitas layanan publik akan ikut meningkat. Karena itu, pembangunan kelistrikan harus dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi upaya PLN yang mampu menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan di tengah tantangan geografis berbukit dan keterbatasan akses menuju lokasi.
Menurut Tohom, keberhasilan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 1,03 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4,9 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA menunjukkan kemampuan PLN dalam menjawab tantangan teknis di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan keberhasilan elektrifikasi di Noemuke menjadi contoh bahwa pembangunan sektor ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga menjalankan mandat sosial negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“PLN telah menunjukkan bahwa pembangunan kelistrikan dapat berjalan beriringan dengan misi pembangunan manusia. Ke depan, model pembangunan seperti ini perlu terus diperluas agar tidak ada lagi desa yang tertinggal akibat keterbatasan akses energi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS berharap program elektrifikasi desa terus dipercepat di berbagai wilayah terpencil Indonesia sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami melihat langkah PLN di Noemuke sebagai gambaran masa depan Indonesia yang lebih inklusif. Ketika seluruh masyarakat memiliki akses listrik yang andal, maka fondasi menuju Indonesia maju akan semakin kuat,” tutur Tohom.
[Redaktur: Sandy]