KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN Indonesia Power (PLN IP) yang memperkuat ekosistem perdagangan karbon melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan DevvStream dalam skema perdagangan penurunan emisi yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Organisasi tersebut menilai kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi sektor ketenagalistrikan nasional tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi bersih, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi baru dari upaya pengurangan emisi.
Baca Juga:
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan kerja sama PLN Indonesia Power dan DevvStream merupakan langkah strategis yang menunjukkan kesiapan Indonesia memasuki fase baru ekonomi hijau berbasis energi terbarukan.
“Perdagangan karbon akan menjadi salah satu instrumen ekonomi yang sangat penting di masa depan. Apa yang dilakukan PLN Indonesia Power hari ini menunjukkan bahwa perusahaan listrik nasional tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai penggerak transformasi ekonomi rendah karbon,” ujar Tohom.
Menurutnya, pemanfaatan penurunan emisi dari proyek PLTS melalui mekanisme perdagangan karbon merupakan langkah yang mampu menciptakan manfaat ganda, yakni mendukung target pengurangan emisi nasional sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari sektor energi bersih.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045
Tohom menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu pemain utama perdagangan karbon di kawasan Asia Pasifik mengingat ketersediaan sumber daya energi terbarukan yang melimpah, mulai dari tenaga surya, panas bumi, air, hingga biomassa.
“Ketika pengembangan energi terbarukan dikombinasikan dengan sistem sertifikasi lingkungan dan perdagangan karbon yang kredibel, maka nilai ekonominya akan meningkat signifikan. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia,” katanya.
Ia berpandangan bahwa kolaborasi PLN Indonesia Power dengan mitra internasional seperti DevvStream juga memperlihatkan meningkatnya kepercayaan global terhadap proyek-proyek transisi energi yang sedang dikembangkan di Indonesia.
Tohom menjelaskan bahwa pasar karbon ke depan akan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan energi.
Perusahaan yang mampu menghasilkan listrik sekaligus mengurangi emisi secara terukur akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi dan memperluas kemitraan global.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan langkah PLN Indonesia Power tersebut sejalan dengan arah pembangunan sektor energi nasional yang semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
“Yang dibangun PLN Indonesia Power bukan hanya pembangkit energi terbarukan. Lebih jauh, perusahaan sedang membangun ekosistem yang menghubungkan energi bersih, investasi hijau, perdagangan karbon, dan pencapaian target Net Zero Emission. Ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak proyek energi terbarukan yang terintegrasi dengan mekanisme perdagangan karbon sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, pelaku usaha, dan negara.
Sebelumnya, PLN Indonesia Power menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan DevvStream dalam skema perdagangan penurunan emisi yang bersumber dari proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Melalui kerja sama tersebut, penurunan emisi yang dihasilkan dari proyek PLTS akan dikelola melalui mekanisme perdagangan karbon dan sertifikasi lingkungan guna mendukung dekarbonisasi sektor energi secara berkelanjutan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi perusahaan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem energi masa depan yang lebih bersih, kompetitif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Senior Partner & Managing Director APAC DevvStream Scott Harrington menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan menyatakan optimismenya terhadap pengembangan kolaborasi di masa mendatang untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]