“Ketika investor global masuk dengan investasi sebesar ini, maka kesiapan PLN menjadi salah satu faktor penentu. Kalau listriknya kuat dan regulasinya mendukung, Indonesia bisa menjadi pusat data center yang kompetitif di Asia Tenggara,” tutur Tohom.
Ia juga mengapresiasi pernyataan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang menyebut PLN terus berperan aktif memperkuat ekosistem digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, THM di Karawang Langsung Disegel Satpol PP
Menurut Tohom, komitmen tersebut harus terus dikawal agar pengembangan data center tidak hanya menguntungkan pelaku industri besar, tetapi juga memberi nilai tambah bagi konsumen dan perekonomian nasional.
“ALPERKLINAS melihat langkah PLN ini sebagai sinyal positif. Namun ke depan, yang perlu dijaga adalah kualitas layanan, stabilitas pasokan, efisiensi, dan keberlanjutan energi, sehingga pertumbuhan data center tetap sejalan dengan kepentingan konsumen listrik nasional,” katanya.
Tohom menilai, keberadaan Kampus CGK di Bekasi juga memiliki makna strategis karena memperkuat ekosistem digital di kawasan penyangga Jakarta sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Baca Juga:
Bupati Muara Enim Edison Terseret OTT KPK, Dugaan Duit Proyek Pendidikan Mulai Terbongkar
Lokasi CGK Campus yang berada kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data Cikarang dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta dinilai akan memperkuat konektivitas digital nasional.
“Bekasi dan kawasan sekitarnya tidak lagi hanya dipandang sebagai wilayah industri manufaktur, tetapi juga mulai menjadi simpul penting ekonomi digital. Ini perkembangan yang harus dibaca secara serius oleh pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tohom.
Ia berharap sinergi PLN dengan pelaku industri data center dapat menjadi model kolaborasi strategis dalam mendukung agenda transformasi digital Indonesia.