KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN (Persero) menggelar Siaga Kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Organisasi ini menilai kesiapan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PLN dalam melindungi kepentingan konsumen sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV).
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kegiatan siaga SPKLU merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional yang berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan konsumen.
“Kami melihat ini sebagai langkah strategis dan visioner. PLN tidak menunggu lonjakan terjadi, tetapi melakukan simulasi, pengecekan, dan antisipasi lebih awal. Ini menunjukkan keberpihakan kepada konsumen,” ujar Tohom.
Menurutnya, simulasi perjalanan lintas Tol Trans Sumatra hingga Tol Trans Jawa dan Bali menjadi bukti konkret bahwa infrastruktur charging nasional semakin siap mendukung perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:
Transaksi SPKLU Meningkat 46 Persen, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Cianjur
Ia menilai pengecekan menyeluruh terhadap 4.633 SPKLU di sekitar 3.500 lokasi merupakan fondasi kuat untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar saat periode padat seperti Nataru.
“Dengan seluruh rest area tol telah dilengkapi SPKLU dan tambahan titik di lokasi strategis, masyarakat kini punya kepastian akses. Ini penting untuk menghilangkan kekhawatiran soal jarak tempuh dan antrean,” katanya.
Tohom juga menyoroti pengembangan konsep SPKLU Center atau charging hub dengan kapasitas lebih dari 10 hingga 15 slot pengisian sebagai lompatan layanan yang signifikan.
Ia menyebut inovasi tersebut sebagai standar baru pelayanan publik di sektor ketenagalistrikan berbasis kendaraan listrik.
“Charging hub ini bukan hanya soal menambah mesin, tetapi menciptakan pengalaman baru bagi konsumen. Ketika pengisian bisa dilakukan serentak dalam jumlah besar, risiko antrean berkurang dan efisiensi meningkat. Ini langkah adaptif terhadap prediksi kenaikan pengguna EV hingga lima sampai enam kali lipat,” tegasnya.
Dalam perspektif perlindungan konsumen, Tohom menilai imbauan PLN agar masyarakat memahami spesifikasi kendaraan listrik masing-masing juga merupakan edukasi yang konstruktif.
“Edukasi soal karakteristik baterai dan teknologi EV sangat penting. Konsumen yang paham spesifikasi kendaraannya akan lebih bijak merencanakan perjalanan dan memanfaatkan SPKLU secara optimal. Ini sinergi antara kesiapan infrastruktur dan literasi pengguna,” ujarnya.
ALPERKLINAS memandang kesiapan SPKLU menjelang Nataru sebagai bagian dari transformasi besar menuju transportasi rendah emisi.
Menurut Tohom, keberhasilan layanan pada momen krusial seperti libur akhir tahun akan menjadi tolok ukur kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
“Kalau momentum Nataru ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, maka kepercayaan masyarakat terhadap EV akan melonjak. Ini akan mempercepat transisi energi dan mendukung target dekarbonisasi nasional,” katanya.
Ia menambahkan, ALPERKLINAS akan terus mengawal agar layanan SPKLU tidak hanya memadai dari sisi jumlah, tetapi juga dari aspek keandalan, keamanan, dan kenyamanan konsumen di seluruh jalur strategis nasional.
Sebelumnya, Executive Vice President Pengembangan Produk Niaga PT PLN (Persero) Ririn Rachmawardini menyampaikan bahwa kegiatan siaga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilisasi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru 2025–2026.
Ia menegaskan, langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh SPKLU di Tol Trans Sumatra hingga Trans Jawa Bali berada dalam kondisi andal serta siap melayani peningkatan pengguna kendaraan listrik pada periode libur akhir tahun.
Selain itu, PLN juga menghadirkan konsep SPKLU Center atau charging hub guna memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman, cepat, dan efisien bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik.
[Redaktur: Mega Puspita]