KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong berbagai kelompok masyarakat, komunitas, hingga organisasi sosial untuk meniru langkah komunitas pegawai PT PLN (Persero) yang secara sukarela menggalang donasi guna menghadirkan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera.
Inisiatif tersebut dinilai sebagai contoh nyata solidaritas sosial sekaligus kontribusi langsung dalam memperluas akses energi bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga:
Light Up The Dream, PLN UID Jakarta Raya Sambung Listrik Gratis untuk 92 Keluarga Prasejahtera di Jakarta
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa program Light Up The Dream yang diinisiasi pegawai PLN merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi dan direplikasi oleh berbagai komunitas di Indonesia.
“Program Light Up The Dream adalah contoh konkret bagaimana solidaritas sosial dapat diwujudkan melalui sektor energi. Para pegawai PLN menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya datang dari kebijakan institusi, tetapi juga dari gerakan sukarela para insan di dalamnya,” ujar Tohom, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, akses listrik saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat modern.
Baca Juga:
PLN UP3 Bekasi Nyalakan 21 Sambungan Listrik Gratis dalam Program Light Up The Dream Ramadan
Listrik menjadi penopang aktivitas rumah tangga, pendidikan anak-anak, hingga pengembangan usaha kecil di tingkat keluarga.
Tohom menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam membantu menghadirkan akses listrik bagi warga kurang mampu akan memberikan dampak sosial yang luas.
Selain meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera, ketersediaan listrik juga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa langkah para pegawai PLN yang menggalang donasi sukarela merupakan model pemberdayaan sosial yang sangat relevan di tengah upaya pemerintah memperluas elektrifikasi nasional.
“Gerakan seperti ini harus menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas profesional, hingga kelompok filantropi untuk ikut ambil bagian membantu masyarakat yang belum memiliki akses listrik yang layak,” katanya.
Tohom menambahkan bahwa keberadaan listrik sering kali menjadi titik awal perubahan sosial dalam sebuah keluarga.
Dengan adanya listrik, aktivitas belajar anak-anak dapat berlangsung lebih baik, peralatan rumah tangga dapat digunakan secara lebih efisien, dan peluang usaha rumahan juga dapat berkembang.
Ia juga menilai bahwa program berbasis donasi sukarela seperti Light Up The Dream memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam mempercepat pemerataan energi di Indonesia.
Menurut Tohom, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam pembangunan nasional, termasuk di sektor energi.
“Jika semakin banyak komunitas masyarakat yang meniru model donasi sukarela seperti yang dilakukan pegawai PLN, maka persoalan keterbatasan akses listrik di daerah-daerah tertentu dapat lebih cepat diatasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerataan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Akses listrik yang stabil dapat membantu membuka peluang ekonomi baru bagi rumah tangga prasejahtera, terutama dalam mengembangkan usaha kecil berbasis rumah tangga.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan listrik, masyarakat bisa lebih produktif, anak-anak bisa belajar dengan lebih baik, dan keluarga memiliki peluang meningkatkan pendapatan,” kata Tohom.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) melakukan penyalaan serentak penyambungan listrik gratis bagi 2.533 rumah tangga prasejahtera di seluruh Indonesia melalui program Light Up The Dream pada Rabu (4/3/2026).
Program yang berasal dari donasi sukarela pegawai PLN tersebut telah berjalan sejak 2020 dan hingga kini telah membantu 44.317 keluarga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik secara gratis.
Dalam program tersebut, sejumlah penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan sambungan listrik yang mereka terima.
Pemerintah daerah di berbagai wilayah juga memberikan apresiasi atas inisiatif sosial para pegawai PLN yang dinilai mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses listrik yang lebih merata.
[Redaktur: Mega Puspita]