Energynews.id | PT. Supraco Multi Sarana (SMS) berkolaborasi dengan PD. Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangil, Bali meluncurkan Sameton Surya.
Kolaborasi dengan salah satu BUMD yang bergerak di bisnis energi terbarukan itu untuk mempercepat pengembangan pemanfaatan energi surya di Bali, khususnya Kabupaten Bangil.
Baca Juga:
BUMD Didorong Lebih Inovatif dan Produktif, Bupati Garut Sampaikan Arahan Strategis
Komisaris SMS Sofwan Farisyi mengungkapkan mereka bakal menggarap pemanfaatan energi surya mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, kantor perangkat daerah di perdesaan.
Selain itu, penerangan jalan umun, dan insfastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga PLTS Terapung.
"Kami optimistis kolaborasi ini akan sukses dan mendorong para pelaku bisnis lainnya untuk beralih ke energi surya sejalan dengan anjuran dari pemerintah pusat," ujar Sofwan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/7).
Baca Juga:
KUHP Baru: Tak Hanya Direksi, Penerima Manfaat Juga Bisa Dijerat Pidana
Sofwan menuturkan kolaborasi ini merupakan visi bersama untuk mengajak masyarakat beralih ke era energi terbarukan yang ramah lingkungan.
"Saat ini kami memiliki brand Solargaes yang menyasar para milenials supaya beralih ke energi surya," ungkap dia.
Direktur BMB Alit Putra menambahkan komitmen pihaknya mendukung percepatan pengembangan pengembangan energi terbarukan di Provinsi Bali.
Hal tersebut terlihat dari kiprah BMB dalam pengelolaan PLTS 1 MWp Bangli yang sudah ber-PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) selama 20 tahun dengan PT. PLN (Persero) UID Bali sejak 2017.
Selain itu, pelatihan dan sertifikasi Kompetensi untuk menciptakan SDM yang kompeten di bidang energi terbarukan.
"BMB juga sebagai tempat studi banding khususnya bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan baik lokal maupun nasional serta organisasi internasional," tutur Alit Putra.
BMB telah berinovasi dalam teknologi energi surya, seperti smart green house agrivoltaic yang merupakan integrasi teknologi photovoltaic, pertanian, dan sistem pintar berbasis internet of thing (IOT) untuk mendukung smart farming.
"Teknologi ini mulai dikembangkan secara intensif di belahan dunia karena tepat guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan, energi, dan air," jelasnya. [jat]